Menu Close

Kuliah Umum dengan Tema “Menyiapkan Pembelajaran yang Efektif”

Tujuan pendidikan menjadi titik tolak dalam melaksanakan pendidikan. Kecakapan
abad 21 life long learning berkaitan dengan Karakter berkaitan dengan kemampuan
berdaptasi pada lingkungan yang dinamis, Kompetensi berkaitan dengan kemampuan
memecahkan masalah kompleks, keterampilan literat berkaitan dengan kemampuan
Menerapkan kecakapan dasar sehari-hari.
Pendidikan ekonomi abad 21 yang dapat menjadi keunggulan suatu negara
dipengaruhi beberapa faktor yaitu inovasi dan kreativitas sebesar 45%, networking
sebesar 25%, ilmu dan Teknologi sebesar 20% dan natural resources sebesar 10% yang
menuntut pendidik motivator dan inspirator sehingga peserta didik menjadi cerdas,
inovatif, Kreatif, jujur, disiplin, santun, percaya diri, mandiri, bertaqwa, demokratis, dll.
Tantangan dalam inovasi pembelajaran seperti ketersediaan infrastruktur TIK/ICT
yang terdiri dari hardware, software, data center; dukungan kebijakan dari pimpinan
Lembaga seperti program ICT masuk ke dalam Renstra/RKS (sekolah); pentingnya
peningkatan Kompetensi pendidik melalui workshop, training, IHT, seminar, magang,
Pekerti/AA dll; dan Pengembangan perangkatan lunak (Tools) yang relevan dengan
Aplikasi pendukung akademik dan Aplikasi pendukung pembelajaran.
Peran guru di era abad 21 meliputi proses belajar-mengajar: to describe; to explain;
to illustrate; to demonstrate. Profil guru abad 21 yaitu guru memesona yang inspiratif,
canggih, pandai bermetafora, mampu membuat joke pedagogis, berperilaku dan
berpenampilan sopan dan menarik dalam berbagai kondisi, interaktif, dan Memotivasi.
Model pembelajaran ekonomi abad 21 berbasis literasi ekonomi digital. Dimana
pendidik memiliki beberapa Kompetensi di era RI 4.0 yaitu critical thnking,
communication dan collaborative skill, information and comuunication technology
literacy, contextual learning skill dan information and media literacy. Oleh karena itu
materi ajar ekonomi di analisis materi dan pemetaan materi pembelajaran kemudian
mengidentifikasi penggunaan teknologi digital (media dan sumber belajar) yang berkaitan
dengan tujuan pembelajaran dan tentunya berbasis HOTS. Sehingga dapat dikemaslah
kegiatan pembelajaran berbasis literasi ekonomi digital baik secara sycronous dan
asynchronous.
Narasumber kegiatan kuliah umum Dr. Neti Budiwati, M.Si. mengemukakan rancangan pembelajaran ekonomi berbasis literasi ekonomi digital yaitu:
1. Pendidikan memiliki Kompetensi berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. Langkah-
langkah pembelajaran dapat dimulai dengan memunculkan berbagai kasus ekonomi
di berbagai negara dan membawa peserta didi untuk dapat berpikir kritis dan
memecahkan masalah.
2. Pendidik memiliki Kompetensi berkomunikasi dan berkolaborasi, dalam
pembelajaran. Pendidik meminta peserta didik untuk mencari solusi terhadap maslah
dengan berkomunikasi dan bekerjasama secara kolaboratif
3. Pendidik memiliki Kompetensi Kreatif dan inovatif,
4. Kompetensi literasi Teknologi Informasi dan komunikasi
5. Pendidik memiliki Kompetensi contextual learning
6. Pendidik memiliki literasi Informasi dan media
Merancang pembelajaran perlu memperhatikan beberapa hal mulai dari merancang RPP
sampai dengan Pelaksanaan penilaian secara HOTS dalam kegiatan pembelajaran.