Menu Close

Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UNSRI Laksanakan Kegiatan Kuliah Tamu “Belajar Langsung dari Kesuksesan Pempek Minah di Kampung Kapitan 7 Ulu Palembang”

https://pendidikanekonomi.fkipunsri.org/, Sebanyak 70 orang mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya mengunjungi usaha kuliner Pempek Minah yang berlokasi di Kampung Kapitan 7 Ulu Kota Palembang pada Jumat (13/2/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan mata kuliah Kewirausahaan Lanjut Berbasis Keunggulan Lokal Sumatera Selatan, di mana mahasiswa berkesempatan belajar dan melakukan tanya jawab langsung dari pelaku usaha yang sukses mengembangkan produk kuliner khas Sumatera Selatan.

Kegiatan kunjungan dan kuliah tamu ini didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Lanjut Berbasis Keunggulan Lokal Sumatera Selatan yaitu Ibu Dr. Dwi Hasmidyani, M.Si dan Ibu Dian Eka Amrina, S.Pd., M.Pd., serta dua dosen Pendidikan Ekonomi lainnya yaitu Ibu Yuliana, FH, S.Pd., M.Pd. dan Ibu Dewi Pratita, S.Pd., M.Pd. Melalui kunjungan ini mahasiswa diharapkan dapat merancang usaha yang memanfaatkan kearifan lokal sumatera selatan.

Pempek Minah, yang kini menjadi salah satu ikon kuliner di kawasan Kampung Kapitan daerah 7 Ulu memiliki perjalanan inspiratif. Berawal dari usaha rumahan sederhana sejak 2003, bisnis ini terus berkembang hingga meraih juara pertama dalam program Kampung Kreatif. Pencapaian tersebut menjadi titik balik yang mengangkat nama Pempek Minah ke level yang lebih tinggi.

Bu Aminah, pemilik Pempek Minah, tidak mengandalkan keberuntungan semata dalam mengembangkan usahanya. Beliau aktif mengikuti berbagai seminar kewirausahaan untuk terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan dalam berbisnis. Dedikasi tersebut membuahkan hasil nyata. Dari usaha rumahan yang sederhana, kini Pempek Minah telah memiliki identitas bisnis yang profesional dengan logo, kemasan vakum yang memungkinkan produk tahan lama dalam proses pengiriman, serta telah mengantongi sertifikasi halal dan PIRT.

Perkembangan usaha ini sungguh mengesankan. Saat ini Pempek Minah mampu memproduksi sekitar 50.000 hingga 70.000 butir pempek dalam sehari dan menyerap 50 tenaga kerja. Jangkauan pemasaran mereka pun meluas hingga wilayah Jabodetabek. Bu Aminah juga membuka peluang kerjasama dengan jasa titip (jastip) dan reseller, dengan memberikan keuntungan sekitar 10.000 hingga 15.000 rupiah untuk wilayah Sumatera Selatan.

“Lebih baik tidak produksi jika bahan tidak bagus,” tegas Bu Aminah ketika memaparkan rahasia kelezatan pempeknya. Komitmen pada kualitas bahan baku dan kebersihan menjadi prinsip utama yang tidak pernah dikompromikan. Sikap profesional inilah yang menjadi kunci kesuksesan usahanya bertahan dan berkembang hingga saat ini.

Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh Bu Aminah yang berbagi pengalaman mengelola bisnis kuliner berbasis kearifan lokal. Para mahasiswa terlihat antusias mendengarkan kisah perjuangan dan strategi pengembangan usaha, terutama dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Salah satu kunci kesuksesan Pempek Minah adalah pemanfaatan media sosial secara konsisten. Akun Instagram @pempek.minah yang dikelola dengan aktif kini telah memiliki 17.900 pengikut. Keaktifan di platform digital tersebut terbukti efektif membawa banyak pesanan dan memperkenalkan produk kepada khalayak lebih luas.

Tidak berhenti di situ, Pempek Minah saat ini tengah mengurus sertifikasi BPOM sebagai langkah strategis untuk memperluas jaringan distribusi. Dengan sertifikasi tersebut, produk pempek buatan mereka nantinya dapat dipasarkan melalui swalayan modern, membuka peluang pasar yang lebih besar.

Kunjungan ini memberikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa yang dalam mata kuliah tersebut dituntut merancang konsep usaha berbasis kearifan lokal Sumatera Selatan. Melihat langsung bagaimana Pempek Minah bertransformasi dari usaha rumahan menjadi bisnis yang dikenal luas memberikan gambaran nyata tentang potensi dan tantangan dalam mengembangkan UMKM berbasis produk lokal.

Kampung Kapitan sendiri telah menjadi destinasi wisata kuliner yang ramai dikunjungi, dan keberadaan usaha seperti Pempek Minah turut memperkuat daya tarik kawasan tersebut sebagai sentra kuliner khas Palembang.