Menu Close

Delegasi Unsri, Kavita Siska Borong Medali Perak dan Perunggu pada Ajang Idea Festival 5 di Institut Pertanian Bogor

Bogor– Mahasiswi Universitas Sriwijaya Program Studi Pendidikan Ekonomi Fkip kembali menorehkan tinta prestasi di panggung nasional. Berkompetisi secara individu, Kavita Siska Kishore Rumapea sukses memborong dua medali sekaligus dalam ajang bergengsi Idea Festival 5 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat pada 6–7 Juni 2026. Kavita berhasil melawan 2.245 peserta yang tergabung ke dalam 705 tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Mewakili universitas Sriwijaya secara mandiri, ia sukses membawa pulang Silver Medal (Medali Perak) di Bidang Pendidikan dan Bronze Medal (Medali Perunggu) di Bidang Teknologi.Keberhasilan luar biasa ini diraih di bawah bimbingan intensif dosen pembimbing, Ibu Yuliana FH, S.Pd., M.Pd. Pada kompetisi ini, seluruh biaya akomodasi serta keberangkatan Kavita menuju Bogor didanai penuh oleh pihak kampus sebagai bentuk dukungan total terhadap prestasi mahasiswa.

Pada kategori Pendidikan, Kavita menyabet Medali Perak lewat karya Essat ilmiah berjudul, “CETAR: Inovasi Peningkatan Kompetensi dan Aksesibilitas Digital sebagai Transformasi Guru Berkualitas Berbasis Teacher Centered Transformative Digital Learning guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Inovasi ini berfokus pada pemerataan kualitas dan transformasi digital bagi guru di era modern melalui optimalisasi kompetensi pedagogik dan teknologi guru.

Sementara pada kategori Teknologi, ia sukses mengamankan Medali Perunggu melalui Essay Ilmiah berjudul, “Geosafe Tile System: Peringatan Dini Bencana Berbasis Hybrid Community Centered Terintegrasi Passive Digital Early Warning System guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Inovasi Geosafe Tile System merupakan terobosan material bangunan cerdas berupa roof tile dan floor tile fungsional pendeteksi dini banjir, tanah longsor, dan gempa bumi yang terintegrasi dengan Mechanical Trigger Unit di dalam rumah. Melalui pendekatan Passive Digital Early Warning System, sensor fisik pada sistem ini mampu mengaktifkan alarm darurat dan indikator visual tiga warna secara mandiri. Lebih dari sekadar proteksi rumah tangga, inovasi desentralistik ini juga dilengkapi aplikasi pendukung untuk memetakan risiko lingkungan secara real-time berbasis komunitas.

 

Pencapaian gemilang ini membuktikan bahwa keterbatasan bergerak secara individu tidak menjadi penghalang untuk melahirkan karya berskala masif yang mampu bersaing di level tertinggi nasional. Prestasi gemilang ini diharapkan menjadi inspirasi besar bagi seluruh mahasiswa untuk terus berinovasi demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.