Palembang, 21 September 2026 — Menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif, calon wirausaha muda dituntut untuk memiliki kemampuan membaca peluang, berinovasi, dan beradaptasi terhadap perubahan. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan Guest Lecturer bertajuk “Sustainable Entrepreneurship in the Digital Era: Opportunities, Challenges, and Strategies for Young Entrepreneurs” di Aula FKIP Induk Palembang.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Norsamsinar Samsudin dari Faculty of Management and Economics, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjung Malim, Perak, Malaysia, sebagai narasumber. Melalui forum akademik ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai pengembangan kewirausahaan yang mampu menjawab tantangan era digital sekaligus menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Masyarakat, dosen, serta tamu undangan. Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi luar negeri turut memperkaya ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan kewirausahaan dalam lingkungan bisnis yang terus berubah.
Kewirausahaan Digital Membutuhkan Kemampuan Beradaptasi
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, Dr. Dwi Hasmidyani, S.Pd., M.Si., yang berharap mahasiswa dapat memandang kewirausahaan sebagai proses menciptakan solusi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Selanjutnya, Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi, Dr. Edutivia Mardetini, S.Pd., M.Ak., menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu mengembangkan gagasan serta menangkap peluang bisnis di tengah kemajuan teknologi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP Universitas Sriwijaya yang diwakili oleh Sekretaris Departemen, Deskoni, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas kesediaannya berbagi ilmu dan wawasan serta berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa.
Memasuki sesi utama yang dimoderatori oleh Firmansyah, S.Pd., M.Si., Dr. Norsamsinar Samsudin membahas kesiapan wirausaha muda dalam menghadapi perubahan bisnis di era digital. Ia menekankan bahwa keberhasilan berwirausaha tidak hanya bergantung pada kemampuan mengelola usaha, tetapi juga pada kecakapan mengenali peluang, mengambil tindakan, merespons perubahan, dan beradaptasi dengan perkembangan lingkungan bisnis.
Transformasi digital menawarkan berbagai peluang melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), platform digital, keuangan digital (digital finance), serta data dan analitik. Berbagai teknologi tersebut dapat menjadi sarana untuk mendukung pengembangan usaha dan membantu wirausaha menghadapi kebutuhan pasar yang dinamis.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membawa tantangan berupa perubahan yang cepat, persaingan bisnis, risiko siber, dan ketergantungan terhadap platform digital. Oleh karena itu, wirausaha muda perlu terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan strategi bisnis agar tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga menjaga keberlangsungan usahanya.
Mahasiswa Menggali Strategi Menghadapi Tantangan Bisnis
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif, baik secara langsung maupun melalui Zoom. Pertanyaan yang disampaikan peserta berfokus pada persoalan praktis yang relevan dengan perjalanan seorang wirausaha, mulai dari mengenali peluang hingga memanfaatkan teknologi secara bijak.
Dien Salzabela dari Program Studi Pendidikan Masyarakat mengajukan pertanyaan mengenai karakteristik yang perlu dimiliki seorang wirausaha. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa kemampuan melihat dan mengenali peluang menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan usaha.
Sementara itu, Khalisah Novita Sari dari Program Studi Pendidikan Ekonomi mengangkat persoalan strategi bagi wirausaha muda yang memiliki keterbatasan modal ketika menghadapi perubahan tren dan kebiasaan konsumen. Narasumber menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan usaha dengan tetap menyesuaikan produk serta strategi bisnis terhadap perubahan kebutuhan pasar.
Diskusi berlanjut dengan pertanyaan Alin Azari dari Program Studi Pendidikan Ekonomi melalui Zoom mengenai cara mengembangkan aspek Sense, Act, Respond, dan Adapt secara seimbang bagi wirausaha pemula. Narasumber menjelaskan bahwa keempat aspek tersebut perlu dikembangkan secara bertahap dan saling berkaitan.
Adapun Dirga Alfa Riski dari Program Studi Pendidikan Ekonomi mengajukan pertanyaan mengenai cara memanfaatkan teknologi digital tanpa membangun ketergantungan berlebihan terhadap platform. Dalam tanggapannya, narasumber menekankan bahwa teknologi sebaiknya digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan usaha, sembari tetap memperkuat kemampuan dan strategi bisnis secara mandiri.
Ragam pertanyaan tersebut memperlihatkan pentingnya pembelajaran kewirausahaan yang tidak berhenti pada pemahaman konsep. Mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan menganalisis situasi, menentukan strategi, serta mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha.
Mendorong Wirausaha Muda yang Berorientasi pada Keberlanjutan
Pada akhir sesi, moderator Firmansyah, S.Pd., M.Si., menyimpulkan bahwa antusiasme pada tahap awal saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan usaha. Kemampuan mengenali peluang, bertindak, merespons perubahan, dan beradaptasi menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.
Kegiatan Guest Lecturer ditutup dengan pemberian sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pengetahuan yang telah dibagikan kepada peserta.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya berharap mahasiswa semakin memahami peluang dan tantangan kewirausahaan di era digital. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan gagasan usaha yang kreatif, memanfaatkan teknologi secara strategis, serta merancang langkah bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa melalui interaksi dengan akademisi dari luar negeri. Dengan wawasan yang lebih luas, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi perubahan dunia usaha dan tumbuh menjadi generasi wirausaha muda yang mampu menciptakan peluang, memberikan nilai tambah, serta berkontribusi bagi masyarakat.








